otakbuku.com – Rasa gugup saat berbicara di depan umum masih menjadi tantangan banyak pelajar Indonesia. Melihat hal ini, komunitas SpeakSpace Surabaya hadir untuk membantu generasi muda membangun keberanian, percaya diri, dan kemampuan berbicara efektif melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan.
Program ini diinisiasi oleh sekelompok mahasiswa komunikasi dan psikologi dari Surabaya yang prihatin dengan kurangnya pelatihan keterampilan berbicara di sekolah. Mereka ingin menciptakan ruang aman bagi pelajar untuk berlatih berbicara, berdiskusi, dan mengekspresikan ide tanpa takut salah.
“Kami ingin pelajar merasa bahwa suara mereka penting. Tidak harus sempurna, yang penting berani bicara,” ujar Rania Dewi, pendiri SpeakSpace Surabaya.
Baca Juga: “omunitas AfterWork Jogja Ajak Warga Nikmati Sore Tanpa Gawai“
Konsep Latihan Bicara yang Interaktif Menurut SpeakSpace Surabaya
Tidak seperti kursus public speaking konvensional, SpeakSpace menggunakan metode belajar partisipatif yang menekankan pada praktik langsung. Peserta tidak hanya belajar teori komunikasi, tetapi juga mengikuti permainan ekspresi, debat ringan, dan simulasi pidato publik.
Setiap sesi diadakan seminggu sekali di co-working space Surabaya. Dalam satu pertemuan, peserta akan melewati tiga tahap: warming up, latihan berbicara singkat (mini speech), dan sesi refleksi kelompok.
Aktivitas Utama di SpeakSpace:
- Ice breaking games untuk melatih spontanitas dan rasa percaya diri.
- Story circle, sesi berbagi pengalaman dengan gaya bercerita alami.
- Public speech practice, latihan berbicara di depan audiens kecil.
- Feedback session, diskusi terbuka tentang gaya bicara dan ekspresi tubuh.
“Kami ingin proses belajar terasa menyenangkan. Saat mereka tertawa dan berinteraksi, rasa takut berbicara perlahan menghilang,” kata Rania.
Membangun Keberanian Sejak Usia Sekolah
Program SpeakSpace menargetkan peserta usia 12–18 tahun, masa di mana rasa percaya diri sedang berkembang. Banyak pelajar yang sebenarnya punya ide brilian, namun ragu untuk mengungkapkannya di kelas atau forum umum.
Pelatih di SpeakSpace, yang disebut speech mentors, membantu peserta memahami pentingnya bahasa tubuh, kontak mata, dan artikulasi suara. Selain itu, mereka juga melatih peserta untuk berpikir cepat dan menjawab spontan tanpa takut salah.
Manfaat yang Dirasakan Peserta SpeakSpace Surabaya:
- Lebih percaya diri saat presentasi di sekolah.
- Mampu mengatur napas dan fokus ketika berbicara di depan orang banyak.
- Meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan menyusun argumen logis.
- Lebih berani menyampaikan pendapat dalam diskusi kelompok.
“Dulu saya gemetar setiap kali disuruh maju ke depan kelas. Sekarang malah sering ditunjuk jadi moderator acara sekolah,” cerita Fadli (15), peserta SpeakSpace.
Dukungan dari Psikolog dan Sekolah
SpeakSpace tidak hanya melatih aspek komunikasi, tetapi juga memperhatikan faktor psikologis peserta. Mereka bekerja sama dengan psikolog muda dari Universitas Airlangga untuk memberikan pendekatan emosional yang aman bagi pelajar introvert atau pemalu.
“Anak yang sulit berbicara biasanya bukan karena tidak bisa, tapi karena takut dihakimi. Kami bantu mereka mengubah pola pikir itu,” jelas dr. Winda Kurniasih, psikolog pendamping SpeakSpace.
Program ini juga mulai menggandeng beberapa sekolah di Surabaya, seperti SMA Negeri 6 dan SMP Al-Hidayah, untuk mengadakan kelas kolaboratif public speaking sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
Langkah ini mendapat respon positif dari para guru karena membantu siswa menjadi lebih aktif dan berani menyampaikan pendapat dalam pelajaran.
Komunitas SpeakSpace Surabaya yang Tumbuh dan Menginspirasi
Sejak berdiri dua tahun lalu, SpeakSpace telah memiliki lebih dari 300 anggota aktif. Setiap bulan, mereka mengadakan Open Mic Session, acara mini di mana anggota bisa tampil membawakan pidato singkat, puisi, atau stand-up ringan.
Kegiatan ini menjadi ajang berbagi inspirasi sekaligus melatih improvisasi. Banyak peserta yang awalnya pemalu kini tampil percaya diri di depan publik, bahkan menjadi pembicara dalam kegiatan sekolah atau komunitas lokal.
“Kami bukan sekadar tempat latihan bicara, tapi ruang tumbuh bagi anak muda yang ingin didengar,” ungkap Rania.
Selain kegiatan rutin, SpeakSpace juga aktif di media sosial untuk berbagi tips berbicara efektif, latihan vokal, dan video inspiratif seputar kepercayaan diri. Konten mereka kerap viral di kalangan pelajar Surabaya.
Arah Pengembangan SpeakSpace ke Depan
Melihat antusiasme yang besar, SpeakSpace berencana memperluas jangkauan program ke kota lain seperti Sidoarjo, Malang, dan Yogyakarta. Mereka juga tengah mengembangkan aplikasi latihan bicara digital yang memungkinkan pengguna berlatih di rumah melalui tantangan harian dan rekaman suara otomatis.
“Kami ingin semua anak muda Indonesia bisa belajar bicara dengan percaya diri, di mana pun mereka berada,” ujar Rania.
Selain itu, komunitas ini juga ingin membangun program beasiswa komunikasi untuk pelajar kurang mampu yang berminat menjadi pembicara atau jurnalis masa depan.
Kesimpulan
Kehadiran SpeakSpace Surabaya menjadi bukti bahwa membangun keberanian berbicara tidak harus menakutkan atau kaku. Dengan pendekatan yang santai, suportif, dan penuh semangat, komunitas ini berhasil menumbuhkan generasi muda yang siap berbicara dengan percaya diri dan empati.
“Berani bicara berarti berani tumbuh. Setiap suara punya cerita yang pantas didengar,” tutup Rania dengan senyum.
Baca Juga: “8 Tips Biar Enggak Stres dengan Deadline Mepet, Bisa Dicoba saat Waktu Kerja“
