otakbuku.com – Di tengah era digital yang penuh distraksi, komunitas DeepWork Samarinda hadir dengan solusi baru bagi para pekerja kantoran dan profesional muda: pelatihan bekerja tanpa gangguan. Program ini mengajarkan teknik fokus mendalam (deep work) agar peserta dapat meningkatkan produktivitas tanpa harus menambah jam kerja panjang yang melelahkan.
“Kami ingin membantu masyarakat Samarinda menemukan kembali cara bekerja yang tenang, efisien, dan penuh kesadaran,” ujar Rendy Prakoso, pendiri DeepWork Samarinda, saat peluncuran program di Coworking Space Tepian Office.
Baca Juga: “StepAhead Medan Tantang Warga Jalan 5.000 Langkah Sehari“
DeepWork Samarinda Ajarkan Mengapa Konsep Deep Work Semakin Diperlukan
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak penelitian menunjukkan bahwa terlalu sering berpindah tugas dan terpapar notifikasi digital membuat otak sulit mencapai fokus optimal. Akibatnya, pekerja modern sering merasa sibuk, tetapi hasilnya tidak sebanding dengan waktu yang dihabiskan.
“Fokus adalah aset baru di dunia kerja modern. Tanpa kemampuan mengelola perhatian, kita mudah kelelahan mental,” jelas Rendy.
Konsep deep work yang diusung komunitas ini mengacu pada ide dari Cal Newport, penulis dan profesor di Amerika Serikat, yang menekankan pentingnya bekerja dalam kondisi tanpa gangguan untuk menghasilkan karya bernilai tinggi.
Prinsip utama yang diajarkan dalam DeepWork Samarinda:
- Menetapkan blok waktu khusus tanpa distraksi (focus block).
- Mengurangi ketergantungan pada notifikasi dan multitasking.
- Melatih otak melalui kebiasaan kerja terstruktur.
- Mengintegrasikan jeda istirahat mindful di sela pekerjaan.
“Kami tidak melarang teknologi, tapi mengajarkan cara menggunakannya secara bijak,” tambah Rendy.
Pelatihan Interaktif di Coworking Space
Program DeepWork Samarinda diadakan setiap akhir pekan dengan format workshop interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan metode fokus tanpa gangguan di lingkungan kerja simulatif.
“Kami menyiapkan ruang tanpa ponsel, tanpa internet, dan tanpa notifikasi selama 90 menit,” kata Alma Rahman, fasilitator pelatihan.
Peserta diminta untuk membawa tugas yang belum terselesaikan—mulai dari laporan kerja, desain, hingga proposal bisnis—dan menyelesaikannya dalam sesi fokus penuh. Setelah sesi, mereka akan berdiskusi tentang perubahan emosi, konsentrasi, dan hasil kerja yang dirasakan.
Aktivitas utama dalam sesi DeepWork Samarinda:
- Focus Sprint: bekerja intensif tanpa interupsi selama 90 menit.
- Reflection Journal: menulis pengalaman sebelum dan sesudah sesi fokus.
- Digital Detox Challenge: latihan mengurangi ketergantungan pada ponsel.
- Mindful Break: meditasi singkat untuk menenangkan pikiran.
“Peserta sering terkejut karena dalam 90 menit, mereka bisa menyelesaikan lebih banyak dibanding tiga jam kerja biasa,” ujar Alma.
Diminati Profesional Muda dan Pelajar
Sejak diluncurkan awal tahun ini, DeepWork Samarinda sudah diikuti lebih dari 300 peserta, mulai dari karyawan swasta, pengusaha muda, mahasiswa, hingga tenaga pendidik. Banyak yang mengaku kualitas hasil kerja mereka meningkat setelah mengikuti beberapa sesi.
“Dulu saya selalu membuka email setiap lima menit. Sekarang, saya buat jadwal khusus agar tidak kehilangan fokus,” kata Nadira, seorang desainer grafis yang menjadi anggota tetap komunitas.
Pelatihan ini juga diminati mahasiswa yang sedang menyusun skripsi atau belajar menghadapi ujian. Dengan sistem accountability partner, peserta saling memotivasi agar tetap konsisten menjalankan rutinitas fokus di rumah masing-masing.
Dampak positif yang dirasakan peserta:
- Produktivitas meningkat hingga 40% setelah dua minggu praktik.
- Kualitas hasil kerja lebih tinggi karena minim kesalahan.
- Stres berkurang akibat pengaturan waktu lebih efisien.
- Tidur lebih nyenyak karena pikiran tidak terbebani tugas menumpuk.
“Deep work bukan hanya tentang bekerja lebih keras, tapi bekerja lebih sadar,” tambah Nadira.
Kolaborasi dengan Komunitas Produktivitas Nasional
DeepWork Samarinda juga bekerja sama dengan FocusHub Indonesia dan MindfulWork Jakarta, dua komunitas nasional yang fokus pada pengembangan kebiasaan kerja sehat. Lewat kolaborasi ini, mereka mengadakan seminar daring bertema “Focus in the Age of Distraction” yang diikuti peserta dari berbagai kota di Kalimantan.
“Kami ingin menjadikan Samarinda sebagai salah satu pusat literasi produktivitas digital di Indonesia Timur,” ujar Rendy.
Selain itu, mereka juga berencana membuat program pendampingan perusahaan untuk membantu organisasi lokal mengadopsi sistem kerja fokus, terutama di sektor kreatif dan startup.
Rencana kolaborasi tahun depan:
- Pelatihan manajemen fokus untuk HR dan manajer tim.
- Aplikasi pendukung “DeepWork Tracker” berbasis Android.
- Program Deep Morning Routine di sekolah menengah.
- Penelitian bersama universitas lokal tentang efek fokus mendalam.
“Kami percaya produktivitas berkelanjutan dimulai dari kebiasaan kecil yang disiplin,” ujar Rendy menegaskan.
Gerakan Baru Bekerja dengan Kesadaran
Lebih dari sekadar pelatihan, DeepWork Samarinda kini menjadi gerakan sosial produktivitas sadar. Mereka mengajak masyarakat untuk menghargai waktu, menata perhatian, dan menemukan kembali makna bekerja.
“Kami ingin masyarakat sadar bahwa keberhasilan tidak selalu datang dari kerja lembur, tapi dari fokus dan ketenangan batin,” kata Alma.
Setiap akhir sesi, peserta diajak melakukan refleksi sederhana: menuliskan satu hal yang berhasil mereka capai hari itu dan satu hal yang ingin diperbaiki esok hari. Kebiasaan ini terbukti membantu mengurangi rasa bersalah terhadap “pekerjaan yang belum selesai.”
“Deep work adalah cara untuk berdamai dengan dunia yang serba cepat,” tutup Rendy dengan senyum.
Melalui inisiatif ini, Samarinda perlahan menjadi kota yang menginspirasi gaya kerja sehat dan berkesadaran—di mana teknologi tetap digunakan, namun manusia tetap menjadi pusat produktivitas.
Baca Juga: “Tingkatkan Kompetensi Siswa, USM Berikan Pelatihan Public Speaking“











